Kamis, 09 Februari 2012

Selembar Hati


 Mungkin hanya lewat sebait kata aku bisa merasakan kau ada. Tak sepenuhnya bisa. Karena aku harus membuka kembali kotak pandora tempat kita menyimpan kenangan. Salahku. Aku terlalu marah ketika kata "selamat tinggal" itu kau ucapkan. "Apa salahku ?" tanyaku waktu itu. Kau hanya memberikan aku selembar isi hatimu. Apa dayaku. Marahku menghapus semua kenangan tentangmu. Kecuali selembar. Ya. Hanya selembar saja. Dan aku harus puas dengan kenangan terakhir darimu. Selembar Hati. 
"Kita adalah dua hati yang tak kan bisa bertemu. mungkin mencintaimu adalah hidupku. Tapi merelakan kau bahagia dengan pria yang kau cintai adalah takdirku. Kau tahu sayang, cinta bukan hanya memaksakan kehendak untuk bersama. Karena tujuan cinta adalah membahagiakan. dan jika bahagiamu adalah lelaki itu aku rela mencintaimu dengan cara itu. merelakanmu."
*Tahukah kau Nda..
Aku tlah banyak belajar mencintaimu. Dan kini kau patahkan hatiku..

     

Seribu Warna Tanpa Makna




Setinggi apapun langit digapai
jangan lupa jejakkan kaki dilantai
karena keindahan mata
terkadang hanyalah fatamorgana

Sesungguhnya
pelangi jingga pun mempesona
namun segera sirna berganti sinar surya
terdampar samar dikaki kemilau langit

Kepongahan tak akan bertahan
sebab hidup tak selamanya bertahta
kadang berputar berganti arah
keatas kau akan meraja
kebawah raja menjadi hamba
tak akan ada yang fana
karena langit selalu berganti rona

Merendahlah
tak kan membuatmu menjadi hamba
berlapang dada lah
karena ikhlas itu indah
sebab putih hati lebih mulia
dibanding seribu warna tanpa makna

Dear Mantan


 Dear mantan..
Apa kabarmu ? 
Pastinya kamu baik baik saja donk. Apalagi setelah putus dua kali dari kekasihmu setelah aku. Huff.. Tabiatmu masih saja seperti dulu. Gak berubah sama sekali. Kapan sih kamu itu puas dengan satu wanita saja. Off course you not. Karena bagimu love is fighting. Setelah kamu dapatkan lalu kamu campakkan.. Bukan begitu ?
Hadew... Kenapa juga aku harus panjang lebar lagi menjelaskan tentangmu. Toh kamu yang lebih tahu tentang dirimu sendiri. 
Surat ini aku kirimkan khusus untukmu bukanlah untuk menanyakan kabarmu. Toh aku sudah tahu dari hasil curhat curhatmu. Lagi pula kita masih temenan di semua socmed. Jadi so pasti aku udah tau tentang sepak terjangmu. Dan tentu saja, jika kau tersandung cinta tempat curhatmu cuma satu. Yaitu AKU.
Surat ini juga mewakili semua pertanyaanmu tentang kita. Ya kita. Setelah putus dengan dua kekasih terakhirmu seminggu yang lalu, aku sempat kaget baca smsmu seminggu yang lalu. Tanpa kusangka kamu ngajakin kita balikan. Gila.. !! Mau menyakiti aku sampai berapa kali lagi ? Apa gak cukup dengan mencampakkan aku setahun yang lalu ? Heiii.. kita ini udah putus nyambung 3x. 
Aku masih ingat semua alasan alasanmu ketika kita putus dulu. Yang pertama, kamu bilang kamu ingin pindah kerja. Kamu ingat ? Waktu itu kamu bilang ingin serius menjalani karier dan gak mau terganggu dengan hubungan kita. Baik. Aku mengalah. Demi cinta aku relakan hubungan kita. Tapi nyatanya kamu justru jadian ama sahabatku sendiri. Terlalu.
Yang kedua. Kamu bilang ke aku kalau kamu dijodohin ama ortu. Dan kamu gak bisa nolak. Masih ingat ? Aku yang mencintaimu sangat lagi lagi memaklumi keputusanmu. Aku toh juga gak mau kamu durhaka sama ortu hanya demi aku. Alhasil apa ? Kamu bohongin aku. Nyatanya kamu malah jadian sama gebetanmu di dunia maya. Luar biasa bodohnya aku.
Dan yang terakhir, setahun yang lalu. Aku dengan bodohnya mengabulkan permintaanmu untuk menjalin cinta kembali. Kamu bilang, kali ini kamu akan serius. Bahkan orang tuamu pun merestui kita. Tadinya aku bahagia. Kamu bisa nepati janji kamu. Tidak lagi ngelaba kesana sini. Perhatianmu sungguh luar biasa. Tapi ibarat cerita drama korea yang penuh intrik dan tipu daya, lagi lagi kamu bohongi aku. Sungguh diluar dugaanku. Ternyata cintamu selama ini hanya palsu. Manis dibibirmu pahit dihatiku. Apa aku harus mengingatkanmu kembali kenapa kita kembali putus setahun yang lalu ? Baiklah, aku akan membuka kembali ingatanmu. Ingat Denata ? Dia sahabatku di maya. Dialah alasanmu mutusin aku. Mata jelalatanmu itu gak bisa bohongi. Aku mencium kedekatan kalian. Dan pengakuanmu yang tanpa basa basi, tanpa merasa bersalah sedikitpun itu yang membuatku sakit. 
Sejak saat itu aku memutuskan untuk tidak lagi menjadi bodoh. Tak kan memberimu kesempatan lagi. Sudahlah. Aku lelah. Aku tak ingin lagi masuk ke lobang yang sama berkali kali. Tak bisa kubohongi aku memang mencintaimu sangat. Tapi sakit dihatiku lebih dari cukup sebagai alasan untuk membuangmu jauh jauh dari hidupku. 
Tidak sepenuhnya terbuang memang, karena kamu dengan tangismu merengek rengek padaku untuk tidak melupakanmu. Katamu, "Mungkin sekarang aku hanya bertualang. Suatu saat nanti aku akan kembali padamu. Berilah aku sedikit kebebasan.." Hah...Gila !! Dan aku dengan setianya patuh dengan janjimu. Membiarkanmu masuk dihidupku lagi atas nama "sahabat"
Tapi, ku ingatkan kamu mantanku tercinta. Sahabatmu ini sudah terlalu sering tersakiti. Jadi sebagai jawaban dari pertanyaanmu seminggu yang lalu "apakah kamu bersedia jadi kekasihku lagi ?" aku jawab TIDAK. Aku memang mencintaimu mantan. Tapi tidak untuk kembali padamu. Karena hatiku ini tlah kutambatkan pada pria lain. Tidak setampan dirimu memang. Tapi dia punya segalanya. Dan yang pasti, dia mencintaiku jauh hari sebelum aku memutuskan untuk jatuh cinta padanya. Sudahlah. Tak perlu kamu tahu siapa dia. Gak penting juga kan. Jadi ini saja jawabanku.
Dariku..
Mantan tercintamu ^^..

Hati Yang Retak



Tahukah kamu saat ini aku ingin menangis. Dada ini terasa sesak seperti ada sesuatu yang mau keluar. Dan beberapa detik sesudahnya ada buliran air panas yang keluar dari mataku.. Aku menangis.. Membiarkan diri ini tersedu sedu menumpah segala rasa sesak didada..

Tangisan ini menyadarkan aku akan kehilanganmu. Mungkin sekarang belum tapi semua akan terjadi. Cepat atau lambat, aku hanya akan menunggu waktu saja.. Dan perjalanan menuju kehilangan ini benar benar membuat hatiku retak. sakiiiit... berkali kali aku memikirkan.. ada apa denganmu, dengan semua perubahan yang ada di dirimu,.. apa salahkuuu,,, ??

Kamu, sadar gak ? setiap kali kamu diam aku selalu merasa khawatir. Setiap kali kamu gak ada kabar, entah pikiran apa yang ada dikepalaku. Benar benar seperti benang kusut yang susah untuk diperbaiki lagi. Apakah kamu rasakan rasa sakitku setiap kali aku sadar sayangmu tidak lagi seperti dulu. Tahukah kamu kepedihanku saat aku mempererat genggamanku, kamu justru ingin melepaskannya...

Tak mengertikan dirimu betapa aku sangat bergantung padamu. Padahal dulu aku tidak begini. Aku yang sekarang sangat takut untuk menjadi diri sendiri. Takut kamu gak suka. Takut kamu gak ingin. Dan seperti inilah aku sekarang. Semakin terperosok dan terombang ambing saat genggaman tanganmu mulai melemah. Aku mulai kehilangan arah. Seperti angin yang bertiup tak tentu kemana tujuan.

Tak inginkah kau tahu.. air mata ini sungguh tak mau berhenti. Aku tidak minta untuk dikasihani. Jadi aku berpikir.. Jika memang hatimu bukan untukku carilah kebahagiaan baru. Mungkin kamu sudah menemukannya, tapi terlalu mengasihani diriku hingga kamu tak tega.. Mungkin aku gak akan rela.. tapi aku harus bisa menerima. Hati ini tak ingin pecah berkeping keping. Jadi biarkan saja dia retak. Suatu saat retakan itu pasti akan menyatu kembali. Entah kapan .....

Aku Tak Lagi Memilikimu


 Aku Tak Lagi Memilikimu


Meski sekarang aku tak lagi memilikimu, tapi duniaku tak kan berhenti berputar. Langit masih biru seperti biasa. Matahari tetap terbit ditimur dan terbenam dibarat. Malam juga tetap datang setelah senja. Memamerkan bulan dan bintang yang bersinar terang. Dan aku menikmatinya setiap malam dengan segelas kopi kesukaanku. Sampai mata mulai perih dan kantuk mendera.. Kebiasaan ini juga gak akan berubah. Tetap seperti biasa. Kerja dan mengurus rumah yang menjadi tanggung jawabku..

Yang berubah adalah setiap perjalanan hidup aku kedepan aku gak akan melaluinya lagi bersama kamu. Tidak ada lagi telpon malam hari sampai tertidur lelap. Juga tidak ada ucapan selamat pagi cinta untukku.

Dan aku akan berjalan sendiri tanpa menundukkan wajahku ketanah. Karena aku tak ingin airmata ini keluar mengenangmu.. Biarkan kepala ini menengadah menahan setiap tetes air mata yang akan jatuh.

Aku juga gak akan mengeluh. Tetap ceria seperti biasa. Menikmati kesendirianku seperti biasa. Karena inilah aku. Yang akan selalu sendiri...

Kamis, 02 Februari 2012

Cinta Terhalang Orang Tua


setelah perpisahan itu,
kini baru aku mnyadari,
bukan waktu yang pisahkan,
bukan jarak yang hancurkan,
melainkan amarah orang tuamu,
yang tak pernah mau mengerti,
akan cinta yang kita jalani…
aku akui,diriku bukanlah malaikat,
yang selalu sempurna,
tanpa kesalahan,tapi apa salah,
bila aku mencintaimu,
dengan ketidaksempurnaanku,.
apa memang,di mata orang tuamu,
aku hanyalah seonggok sampah,
yang tak pernah mampu,
mberikan semua bahagiamu..
By : muhammad djibriel al rasyid

Tetaplah Menjadi Kekasihku


TETAPLAH MENJADI KASIHKU SAMPAI AKHIR TIBA
Sayang dan cintaku ta akan pernah hanyut terhadapmu sekalipun ombak menerjang,
ku akan slalu bertahan
Angin topanpun slalu menghadangku tetapi ku akan slalu tegak
Demi kesetianku terhadapmu
Kau sebagian jiwaku !
Kau memenuhi ruang hatiku !
Aku ta akan pernah peduli orang mu bilang apa ?
Yang pasti kau telah menjadi miliku
dan aku bahagia slalu dengan cinta dan sayangmu terhadapku
Aku bahagia dengan semua ini,
ku akui ini adalah lembaran baru kisah cintaku
Ku harap kau menjadi kasihku selamanya
sampai akhir hayat tiba sang pencipta menjemputku