lelah ku menjalani cinta ini
yang tak dapat ku mengerti
aku ingin sendiri
sadarkah dirimu
jika cintaku untuk mu
sudah tak ada lagi
aku hanya ingin sendiri
sadarkah engkau
akan semua sikapku
yang berubah padamu
karna aku tak mau lagi
aku ingin sendiri
Sabtu, 05 November 2011
AKU TAHU AKU YAKIN
aku tahu
kau selalu kecewa
di buatnya sakit
oleh seorang yang kamu cinta
aku tahu
kau selalu merasa sendiri
tiada seorang yang kau kira sayang
yang kau kira peduli
namun
aku yakin
suatu saat nanti
kaukan temukn cinta sejati
dan akupun yakin
jika kau mau membuka
mata, tangan dn hatimu
kau akan merasakan
betapa banyak orang yang menyayangimu
orang yang memperdulikanmu
kau selalu kecewa
di buatnya sakit
oleh seorang yang kamu cinta
aku tahu
kau selalu merasa sendiri
tiada seorang yang kau kira sayang
yang kau kira peduli
namun
aku yakin
suatu saat nanti
kaukan temukn cinta sejati
dan akupun yakin
jika kau mau membuka
mata, tangan dn hatimu
kau akan merasakan
betapa banyak orang yang menyayangimu
orang yang memperdulikanmu
CINTANYA YANG TERBAGI
hari itu setelah
ku ungkap semua rasa
ku titipkan hatiku
ku berikan tulus cintaku
kau hancurkan semua itu
apa salah ku
apa alasan mu duakan cintaku
jika sayangi aku
betapa tega kau dukan cinta ini
betapa bisa kau hilangkan percayaku
disini jalan terbaik untuk kita
maaf ..
aku hanya manusia
yang tak bisa akan cintanya yang terbagi
mungkin
kelak kaukan rasakan
apa yang kurasa saat ini
perasaan seseorang
akan cintanya yang terbagi
ku ungkap semua rasa
ku titipkan hatiku
ku berikan tulus cintaku
kau hancurkan semua itu
apa salah ku
apa alasan mu duakan cintaku
jika sayangi aku
betapa tega kau dukan cinta ini
betapa bisa kau hilangkan percayaku
disini jalan terbaik untuk kita
maaf ..
aku hanya manusia
yang tak bisa akan cintanya yang terbagi
mungkin
kelak kaukan rasakan
apa yang kurasa saat ini
perasaan seseorang
akan cintanya yang terbagi
CINTAKU DAN SAHABAT KU
waktu yang begitu panjang
tak terasa telah kau lewati
ku telah lelah jalani kisah ini
sangat begitu menyesak di dada
bagai dua sisi
yang sulit ku lalui dalam satu waktu
andaikan aku dapat memilih
jika aku dapat memilih
siapakah yang harus aku pilih
kisah cintaku yang indah
atau persahabatanku yang indah
dalam hati ini ku bertanya
tak terasa telah kau lewati
ku telah lelah jalani kisah ini
sangat begitu menyesak di dada
bagai dua sisi
yang sulit ku lalui dalam satu waktu
andaikan aku dapat memilih
jika aku dapat memilih
siapakah yang harus aku pilih
kisah cintaku yang indah
atau persahabatanku yang indah
dalam hati ini ku bertanya
Jumat, 04 November 2011
'ISI HATI' seorang 'PECUNDANG''
'ISI HATI' seorang 'PECUNDANG''
oleh Erwin Pay Sinòórat pada 17 Juli 2011 jam 23:21
buktiNya,, Aku punya KESAN tersendiri saat pertama kali Aku jumpa denganMu,, tapi Aku harus bisa terima KENYATAAN bahwa Aku tak akan pernah bisa MemilikiMu...!!!
Kamis, 03 November 2011
Ku Relakan Bahagia ku Demi Sahabat Ku
Pagi
itu, aku terbangun dengan mata yang sembab dan membengkak. Semalam aku
menangis di kamar sampai ketiduran. Entah berapa lama aku berderai air
mata. Yah, aku baru saja mengalami kejadian yang membuat aku begitu
sakit. Seorang cowok yang tanpa sengaja masuk dalam kehidupanku kini
malah menghancurkan semuanya......
Aku mengenal Dimas dari
Santi,teman dekatku. Kebetulan tiap malem Dimas latihan silat di samping
ponpes tempat ku mengaji kala malam hari. Awalnya aku biasa aja dengan
kehadirannya. Ga ngefek sama sekali. Tapi hari-hari berikutnya Dimas
memulai kedekatan kami dengan sekedar menitip salam padaku. Ga ada yang
spesial memang. Tapi hari-hari ku kini mulai terasa indah dengan
keberadaanya.
Hanya saja kebahagiaan itu tak
berlangsung lama. Disaat aku mulai menyukainya, tak ku sangka Dimas
malah nembak Santi. Aku bener-bener ga tau harus berbuat apa. Tentu saja
aku tak bisa menyalahkannya karna ini memang hak mereka. Aku mencoba
ikhlas dengan hubungan mereka. Aku berusaha tegar dan mendukung hubungan
mereka meski sebenarnya hati ku begitu sakit. Itu semua aku lakukan
karna aku masih menghargai Santi sebagai shbat ku. Aku memilih mengalah
daripada harus kehilangan sahabat ku hanya karna seorang cowok. Meski
hati kecil ku masih tetap mengharapkan Dimas.
Meski pacaran ama Santi,tapi
nyatanya tetep aja Dimas ga pernah absent menghubungi ku. Entah sms atau
pun telpon. Aku bingung harus bersikap gimana. Karna rasa ikhlas ku lah
yang kini menuntunku untuk tetap berhubungan dengan dimas. Jujur saat
itu aku benar-benar telah merelakan Dimas.
Jadi apa salahnya jika aku
menerima telpon dan smsnya. Sayangnya pikiranku masih terlalu cetek
untuk menyikapi hal itu. Tentu saja kedekatanku dengan Dimas yang telah
ku anggap “teman” itu membuat Santi cemburu. Ia mengira Dimas
selingkuh. Dan aku lah selingkuhannya! Kini antara Aku dan Santi serasa
ada pemisah yang membuat kami tak lagi bisa seakrab dulu. Ada rasa
canggung saat kami ngobrol,seperti orang yang baru kenal.
Hampir 2 tahun lamanya aku tak
pernah bertemu lagi dengan Dimas sejak saat itu. Ia tak pernah lagi
menghubungiku,atapun Santi. Dimas seperti menghilang di telan bumi.
Akupun perlahan bisa menghapusnya dari ingatan ku dan Santi juga telah
kembali seperti sedia kala,meski sekarang ia agak tertutup soal cowok.
Kini hari-hari ku semakin
berwarna setelah berhasil lolos seleksi dan masuk di SMK favorit di kota
ku. Yah,menjadi anak baru tentunya bukan hal yang gampang. Karna aku
termasuk anak yang sulit beradaptasi. Aku terlalu cuek dengan apa yang
ada di sekitar ku. Namun kini aku telah memiliki beberapa teman akrab.
Tapi hanya satu yang kurasa
telah benar-benar akrab. Namanya Putri. Dia temen sebangku ku. Anak nya
cukup asyik, meski terkadang ada saat-saat dimana aku merasa muak
padannya. Ada bberapa sifatnya yang tak ku suka. Dia terlalu pede dan
kalo ngomong ato ngpapa’’in asal jeplak aja!uukh..yang paling bikin aku
sebel saat bersamanya, ngeliat cowok ganteng dikit aja langsung dah tuh
kaya ikan kena pancingan. Klepek-klepek ga jelas! Mending kalo di
niatinama satu cowok. Nah ini.. tiap ada cowok selaluu aja tingkahnya
gtu. Bikin aku tambah mual. Tapi mo diapain juga dia tetep temen terbaik
ku(untuk saat ini).
Entah mimpi apa yang ku dapat
semalem, pagi itu aku shock setengah mati denger cerita putri soal cowok
barunya. Cowok itu... Dimas!! Dimas yang ku kenal bberpa tahun lalu.
Yang telah hilang dari kehidupanku setelah menorehkan luka di hati ku.
Aku tak habis pikir! Aku memang telah mengenalkan putri pada temen ku
yang posisinya juga sbg temen deketnya Dimas. Tapi aku ga pernah mikir
semua ini bakal salah alamat.
Justru Dimas lah yang kini
berpacaran dengan putri. Oh god!! Semoga waktu sedang bercanda..! aku ga
mau kejadian itu terulang kembali. Aku takkan sanggup jika harus
mengulangnya. Berpura-pura tegar seperti dulu. Aku muak!! Tapi
kenyataanya kini,mereka memang pacaran. Tak ada yang bisa ku lakukan
selain merelakan mereka. Sama seperti yang ku lakukan dulu. DEMI SAHABAT,!! T,T
Cerita ini merupakan kisah nyata seorang tante yang saya temui di Bali,
tetapi detail yang saya sebutkan mungkin tidak sesuai dengan kisah
aslinya. Saya menuliskan apa yang saya tangkap dari yang diceritakan
tante. Sebut saja Ami (bukan nama sebenarnya). Tante Ami bercerita
mengenai pengalaman hidupnya ketika masa kuliah.
Sekitar dua puluh tahun yang lalu, Ami sedang menjalankan semester terakhir dan berusaha menyelesaikan skripsi. Disaat itu pula, 2 minggu yang akan datang, Ami akan dipersunting oleh seorang pria yang bernama Iman (bukan nama sebenarnya).
Ami dan Iman telah berpacaran selama 7 tahun. Iman merupakan teman SD Ami. Mereka telah kenal selama 14 tahun. Masa 7 tahun adalah masa pertemanan, dan kemudian dilanjutkan ke masa pacaran. Mereka bahkan telah bertunangan dan 2 minggu ke depan, Ami dan Iman akan melangsungkan ijab kabul.
Entah mimpi apa semalam, tiba-tiba Ami dikejutkan oleh suatu berita.
Setelah bangun, Ami dihadapkan oleh mayat tunangannya. Ami yang shock berat tak bisa berkata apa-apa. Bahkan tidak ada air mata yang mengalir.
Ketika memandikan jenazahnya, Amit terdiam. Ami memeluk tubuh Iman yang sudah dingin dengan begitu erat dan tak mau melepaskannya hingga akhirnya orang tua Iman mencoba meminta Ami agar tabah menghadapi semua ini.
Setelah dikuburkan, Ami tetap terdiam. Ia berdoa khusyuk di depan kuburan Iman.
Sampai seminggu ke depan, Ami tak punya nafsu makan. Ia hanya makan sedikit. Ia pun tak banyak bicara. Menangis pun tidak. Skripsinya terlantar begitu saja. Orangtua Ami pun semakin cemas melihat sikap anaknya tersebut.
Akhirnya bapaknya Ami memarahi Ami. Sang bapak sengaja menekan anak tersebut supaya ia mengeluarkan air mata. Tentu berat bagi Ami kehilangan orang yang dicintainya, tapi tidak mengeluarkan air mata sama sekali. Rasanya beban Ami belum dikeluarkan.
Setelah dimarahi oleh bapaknya, barulah Ami menangis. Tumpahlah semua kesedihan hatinya. Setidaknya, satu beban telah berkurang.
…tiga bulan kemudian…
Skripsi Ami belum juga kelar. Orangtuanya pun tidak mengharap banyak karena sangat mengerti keadaan Ami. Sepeninggal Iman, Ami masih terus meratapi dan merasa Iman hanya pergi jauh. Nanti juga kembali, pikirnya.
Di dalam wajah sendunya, tiba-tiba ada seorang pria yang tertarik melihat Ami. Satria namanya (bukan nama sebenarnya). Ia tertarik dengan paras Ami yang manis dan pendiam. Satria pun mencoba mencaritahu tentang Ami dan ia mendengar kisah Ami lengkap dari teman-temannya.
Setelah mendapatkan berbagai informasi tentang Ami, ia coba mendekati Ami. Ami yang hatinya sudah beku, tidak peduli akan kehadiran Satria. Beberapa kali ajakan Satria tidak direspon olehnya.
Satria pun pantang menyerah, sampai akhirnya Ami sedikit luluh. Ami pun mengajak Satria ke kuburan Iman. Disana Ami meminta Satria minta ijin kepada Iman untuk berhubungan dengan Ami. Satria yang begitu menyayangi Ami menuruti keinginan perempuan itu. Ia pun berdoa serta minta ijin kepada kuburan Iman.
Masa pacaran Ami dan Satria begitu unik. Setiap ingin pergi berdua, mereka selalu mampir ke kuburan Iman untuk minta ijin dan memberitahu bahwa hari ini mereka akan pergi kemana. Hal itu terus terjadi berulang-ulang. Tampaknya sampai kapanpun posisi Iman di hati Ami tidak ada yang menggeser. Tetapi Satria pun sangat mengerti hal itu dan tetap rela bersanding disisi Ami, walaupun sebagai orang kedua dihati Ami.
Setahun sudah masa pacaran mereka. Skripsi Ami sudah selesai enam bulan yang lalu dan ia lulus dengan nilai baik. Satria pun memutuskan untuk melamar Ami.
Sebelum melamar Ami, Satria mengunjungi kuburan Iman sendirian. Ini sudah menjadi ritual bagi dirinya. Disana ia mengobrol dengan batu nisan tersebut, membacakan yasin, sekaligus minta ijin untuk melamar Ami. Setelah itu Satria pulang, dan malamnya ia melamar Ami.
Ami tentu saja senang. Tapi tetap saja, di hati Ami masih terkenang sosok Iman. Ami menceritakan bagaimana perasaannya ke Satria dan bagaimana posisi Iman dihatinya. Satria menerima semua itu dengan lapang dada. Baginya, Ami adalah prioritas utamanya. Apapun keinginan Ami, ia akan menuruti semua itu, asalkan Ami bahagia.
Ami pun akhirnya menerima lamaran Satria.
…beberapa bulan setelah menikah…
Di rumah yang damai, terpampang foto perkawinan Ami dan Satria. Tak jauh dari foto tersebut, ada foto perkawinan Ami ukuran 4R. Foto perkawinan biasa, namun ada yang janggal. Di foto tersebut terpampang wajah Ami dan Iman.
Ya, Ami yang masih terus mencintai Iman mengganti foto pasangan disebelahnya dengan wajah Iman. Foto itupun terletak tak jauh dari foto perkawinan Satria dan Ami. Sekilas terlihat foto tersebut hasil rekayasa yang dibuat oleh Ami. Namun Satria mengijinkan Ami meletakkan foto tersebut tak jauh dari foto perkawinan mereka.
Bagaimanapun Ami tetap akan mencintai Iman sekaligus mencintai Satria, suami tercintanya. Dan Satria merupakan pria yang memiliki hati sejati. Baginya, cinta sejatinya adalah Ami. Apapun yang Ami lakukan, ia berusaha menerima semua keadaan itu. Baginya tak ada yang perlu dicemburui dari batu nisan. Ia tetap menjalankan rumah tangganya dengan sakinah, mawaddah dan warramah, hingga saat ini…
Mendengar cerita diatas, terus terang saya merasa sedih, terharu, sekaligus miris. Saya kagum dengan sosok Satria yang ternyata benar-benar mencintai Tante Ami. Saya juga mengerti kepedihan Tante Ami ketika ditinggalkan tunangannya. Tentu rasanya sulit ditinggalkan oleh orang yang sudah membekas dihati.
Akankah ada pria-pria seperti Satria? Saya harap semoga banyak pria yang akan tetap setia kepada seorang wanita, menerima mereka apa adanya.
Sekitar dua puluh tahun yang lalu, Ami sedang menjalankan semester terakhir dan berusaha menyelesaikan skripsi. Disaat itu pula, 2 minggu yang akan datang, Ami akan dipersunting oleh seorang pria yang bernama Iman (bukan nama sebenarnya).
Ami dan Iman telah berpacaran selama 7 tahun. Iman merupakan teman SD Ami. Mereka telah kenal selama 14 tahun. Masa 7 tahun adalah masa pertemanan, dan kemudian dilanjutkan ke masa pacaran. Mereka bahkan telah bertunangan dan 2 minggu ke depan, Ami dan Iman akan melangsungkan ijab kabul.
Entah mimpi apa semalam, tiba-tiba Ami dikejutkan oleh suatu berita.
Adiknya Iman: Mbak Ami, Mbak Ami. Mas Iman…Mas Iman….kena musibah!Saat itu Ami tidak mengetahui musibah apa yang menimpa Iman. Kemudian sang adik melanjutkan beritanya…
Ami: Innalillahi wa inna illahi roji’un…
Adiknya Iman: Mas Iman…kecelakaan…dan..meninggal……dan Ami kemudian pingsan…
Ami: Innalillahi wa inna illahi roji’un…
Setelah bangun, Ami dihadapkan oleh mayat tunangannya. Ami yang shock berat tak bisa berkata apa-apa. Bahkan tidak ada air mata yang mengalir.
Ketika memandikan jenazahnya, Amit terdiam. Ami memeluk tubuh Iman yang sudah dingin dengan begitu erat dan tak mau melepaskannya hingga akhirnya orang tua Iman mencoba meminta Ami agar tabah menghadapi semua ini.
Setelah dikuburkan, Ami tetap terdiam. Ia berdoa khusyuk di depan kuburan Iman.
Sampai seminggu ke depan, Ami tak punya nafsu makan. Ia hanya makan sedikit. Ia pun tak banyak bicara. Menangis pun tidak. Skripsinya terlantar begitu saja. Orangtua Ami pun semakin cemas melihat sikap anaknya tersebut.
Akhirnya bapaknya Ami memarahi Ami. Sang bapak sengaja menekan anak tersebut supaya ia mengeluarkan air mata. Tentu berat bagi Ami kehilangan orang yang dicintainya, tapi tidak mengeluarkan air mata sama sekali. Rasanya beban Ami belum dikeluarkan.
Setelah dimarahi oleh bapaknya, barulah Ami menangis. Tumpahlah semua kesedihan hatinya. Setidaknya, satu beban telah berkurang.
…tiga bulan kemudian…
Skripsi Ami belum juga kelar. Orangtuanya pun tidak mengharap banyak karena sangat mengerti keadaan Ami. Sepeninggal Iman, Ami masih terus meratapi dan merasa Iman hanya pergi jauh. Nanti juga kembali, pikirnya.
Di dalam wajah sendunya, tiba-tiba ada seorang pria yang tertarik melihat Ami. Satria namanya (bukan nama sebenarnya). Ia tertarik dengan paras Ami yang manis dan pendiam. Satria pun mencoba mencaritahu tentang Ami dan ia mendengar kisah Ami lengkap dari teman-temannya.
Setelah mendapatkan berbagai informasi tentang Ami, ia coba mendekati Ami. Ami yang hatinya sudah beku, tidak peduli akan kehadiran Satria. Beberapa kali ajakan Satria tidak direspon olehnya.
Satria pun pantang menyerah, sampai akhirnya Ami sedikit luluh. Ami pun mengajak Satria ke kuburan Iman. Disana Ami meminta Satria minta ijin kepada Iman untuk berhubungan dengan Ami. Satria yang begitu menyayangi Ami menuruti keinginan perempuan itu. Ia pun berdoa serta minta ijin kepada kuburan Iman.
Masa pacaran Ami dan Satria begitu unik. Setiap ingin pergi berdua, mereka selalu mampir ke kuburan Iman untuk minta ijin dan memberitahu bahwa hari ini mereka akan pergi kemana. Hal itu terus terjadi berulang-ulang. Tampaknya sampai kapanpun posisi Iman di hati Ami tidak ada yang menggeser. Tetapi Satria pun sangat mengerti hal itu dan tetap rela bersanding disisi Ami, walaupun sebagai orang kedua dihati Ami.
Setahun sudah masa pacaran mereka. Skripsi Ami sudah selesai enam bulan yang lalu dan ia lulus dengan nilai baik. Satria pun memutuskan untuk melamar Ami.
Sebelum melamar Ami, Satria mengunjungi kuburan Iman sendirian. Ini sudah menjadi ritual bagi dirinya. Disana ia mengobrol dengan batu nisan tersebut, membacakan yasin, sekaligus minta ijin untuk melamar Ami. Setelah itu Satria pulang, dan malamnya ia melamar Ami.
Ami tentu saja senang. Tapi tetap saja, di hati Ami masih terkenang sosok Iman. Ami menceritakan bagaimana perasaannya ke Satria dan bagaimana posisi Iman dihatinya. Satria menerima semua itu dengan lapang dada. Baginya, Ami adalah prioritas utamanya. Apapun keinginan Ami, ia akan menuruti semua itu, asalkan Ami bahagia.
Ami pun akhirnya menerima lamaran Satria.
…beberapa bulan setelah menikah…
Di rumah yang damai, terpampang foto perkawinan Ami dan Satria. Tak jauh dari foto tersebut, ada foto perkawinan Ami ukuran 4R. Foto perkawinan biasa, namun ada yang janggal. Di foto tersebut terpampang wajah Ami dan Iman.
Ya, Ami yang masih terus mencintai Iman mengganti foto pasangan disebelahnya dengan wajah Iman. Foto itupun terletak tak jauh dari foto perkawinan Satria dan Ami. Sekilas terlihat foto tersebut hasil rekayasa yang dibuat oleh Ami. Namun Satria mengijinkan Ami meletakkan foto tersebut tak jauh dari foto perkawinan mereka.
Bagaimanapun Ami tetap akan mencintai Iman sekaligus mencintai Satria, suami tercintanya. Dan Satria merupakan pria yang memiliki hati sejati. Baginya, cinta sejatinya adalah Ami. Apapun yang Ami lakukan, ia berusaha menerima semua keadaan itu. Baginya tak ada yang perlu dicemburui dari batu nisan. Ia tetap menjalankan rumah tangganya dengan sakinah, mawaddah dan warramah, hingga saat ini…
Mendengar cerita diatas, terus terang saya merasa sedih, terharu, sekaligus miris. Saya kagum dengan sosok Satria yang ternyata benar-benar mencintai Tante Ami. Saya juga mengerti kepedihan Tante Ami ketika ditinggalkan tunangannya. Tentu rasanya sulit ditinggalkan oleh orang yang sudah membekas dihati.
Akankah ada pria-pria seperti Satria? Saya harap semoga banyak pria yang akan tetap setia kepada seorang wanita, menerima mereka apa adanya.
Langganan:
Postingan (Atom)
